Wednesday, January 27, 2016

Masakan Jepang



­­­­­­­­­­­­­Yakitori, sate ayam a la Jepang


Bahan-bahan (Untuk 4 Porsi)

Untuk membuat negima (daging paha & daun bawang)
250 g daging ayam (daging paha, dengan kulit masih melekat)
1 batang daun bawang minimal ketebalan 1 cm (bisa digantikan dengan bawang bombay jika tidak ada)
garam secukupnya
minyak sayur secukupnya

Untuk membuat tsukune (bakso ayam cincang)
200 g daging ayam cincang
8 cm (20 g) daun bawang (bisa diganti dengan bawang bombay jika tidak ada)
½ ruas jahe (ukuran sekitar 2 cm)
1/3 sendok teh garam
lada secukupnya
2 sendok teh tepung
1 sendok makan air

Untuk saus olesan
3 sendok makan kecap asin
3 sendok makan gula
1 sendok makan air

Cara Memasak

1.   Campur bahan-bahan untuk saus dalam penggorengan kecil. Didihkan dengan api sedang; kecilkan api dan biarkan mendidih selama 1-2 menit hingga saus mengental. Dinginkan.
2.   Untuk membuat negima, iris daun bawang sepanjang kira-kira 2 cm. Campur dengan sedikit minyak sayur. Potong ayam hingga tebalnya sekitar 1 cm; kemudian potong menjadi bagian selebar 2-3 cm. Tusukkan potongan daun bawang ke dalam tusuk sate, kemudian tambahkan 1 bagian ayam. Ulangi hingga terdapat sekitar 2-3 bagian daun bawang dan sebanyak mungkin bagian ayam pada tiap tusuk sate. Taburi tiap sisi dengan garam.
3.   Untuk membuat tsukune, letakkan ayam cincang dalam mangkok, campur dengan garam dan lada. Lalu tambahkan tepung, campur hingga daging terasa lengket. Kemudian tambahkan air. Berikutnya potong daun bawang dan jahe, dan tambahkan ke dalam campuran. Dibentuk bola-bola berukuran sekitar 2 cm. Didihkan air. Rebus selama sekitar 4-5 menit, kemudian keringkan. Masukkan 3-4 bakso dalam tiap tusuk sate.
4.   Panaskan panggangan berkawat di atas api. Letakkan bahan-bahan yang sudah ditusukkan di atas panggangan berkawat itu. Saat satu sisi sudah matang, balik dan panggang sisi sebaliknya. Ayamnya harus dimasak matang dan bakso ayam harus jadi kuning keemasan. Pindahkan ke atas piring, dan olesi dengan saus.

Sakana no teriyaki (Ikan Teriyaki)



Bahan-bahan (Untuk 4 Porsi)

4 filet daging ikan buri atau jenis ikan lain (300 gram masih dengan kulitnya)
2 paprika hijau ukuran kecil
2 sdt kecap asin
Tepung kentang untuk menepungi ikan, kalau tidak ada, gunakan tepung terigu
Minyak sayur untuk menggoreng

(Saus teriyaki)
2 sdm kecap asin
2 sdm gula
2 sdm air

Cara Memasak

1.   Biarkan kulit ikan. Lumuri daging ikan dengan 2 sendok teh kecap asin; diamkan sekitar 10 menit. Potong paprika menjadi dua bagian secara memanjang. Buang bagian tangkai dan bijinya. Potong-potong lagi memanjang dengan tebal sekitar 2 cm.
2.   Setelah 10 menit, keringkan daging ikan menggunakan tisu dapur atau lap. Tepungi secara asal dengan tepung kentang, goyang-goyangkan untuk menyingkirkan tepung berlebih.
3.   Masukkan sedikit minyak pada penggorengan lalu panggang potongan paprika di atas api kecil sampai lunak. Angkat dan sisihkan.
4.   Masukkan satu sendok makan minyak sayur pada penggorengan lalu letakkan 4 filet daging ikan dengan bagian kulit di bawah. Panggang di atas api sedang. Kalau warnanya sudah berubah, balikkan dan kecilkan api. Tutup penggorengan dan biarkan masak di atas api kecil selama sekitar 3 menit. Sementara itu campur bahan-bahan untuk saus teriyaki.
5.   Angkat tutup penggorengan. Gunakan tisu dapur untuk mengangkat minyak yang ada di penggorengan. Masukkan saus teriyaki ke dalam penggorengan. Masak di atas api sedang dan balikkan ikan agar kedua sisinya terlapisi saus secara merata. Jika sausnya telah mengental, matikan api.
6.   Siapkan empat piring. Tempatkan satu filet pada masing-masing piring, dengan bagian kulit berada di atas. Tuang sisa saus ke atas ikan. Hiasi dengan potongan papr

Roll Kyabetsu (Kol Isi)



Bahan-bahan (Untuk 4 Porsi)

1 buah kol
300 gram daging ayam cincang
½ (100 gram) bawang bombay
3 sdm tepung roti
3 sdm susu atau air
½ sdt garam
Merica sebagai penyedap
1 sdm tepung terigu

(Sup)
1 kubus kaldu
5 gelas (1 liter) air
Garam dan merica sebagai penyedap

Cara Memasak

1.   Potong bagian pangkal kol.
2.   Didihkan air di dalam panci besar untuk merebus kol. Masukkan kol dengan bagian pangkal di bawah hingga terendam di dalam air mendidih. Rebus selama sekitar 2 menit lalu balikkan dan rebus lagi sebentar. Dengan merebusnya, daun bagian luar akan menjadi lunak hingga mudah dilepas. Angkat dan lepaskan helaian satu persatu lalu tiriskan daun kol pada saringan atau wadah berlubang. Biarkan dingin. Gunakan pisau untuk membuang bagian yang keras dari dasar kol.
3.   Cencang halus bawang bombay. Campurkan tepung roti bersama susu.
4.   Tempatkan daging cincang di dalam mangkuk, bumbui dengan garam dan merica. Aduk rata menggunakan tangan, tambahkan cencangan bawang, tepung roti yang telah dicampur susu dan tepung terigu. Bagi menjadi 8 potongan adonan.
5.   Satu persatu, bentangkan daun kol yang lebar di atas talenan lalu lapisi dengan daun kol yang lebih kecil di atasnya. Tempatkan satu adonan isi di atas daun yang lebih kecil tadi lalu bungkus mulai dari bagian bawah daun dan lipat masing-masing sisinya. Gulung kol isi tadi dengan daun yang lebih besar, lipat masing-masing sisinya. Gulung sampai bagian ujung.
6.   Letakkan kol isi di bagian dasar panci yang cukup besar. Masukkan lima gelas air, tambahkan kubus kaldu, didihkan di atas api sedang. Setelah mendidih, kecilkan api. Tutup panci lalu biarkan masak selama 30 menit. Kalau daunnya sudah lunak, bumbui dengan garam dan merica. Sajikan.

Oden



Bahan-bahan (Untuk 4 Porsi)

400 gram lobak daikon
1 buah wortel (140 gram)
2 buah kentang (300 gram)
4 buah Satsuma-age  (Lihat resep tanggal 2 November 2012)
4 butir telur

(Untuk kuah)
5 cangkir kaldu dashi (Lihat resep tanggal 30 September 2011)
1 sendok makan kecap asin
1 sendok teh gula
½ sendok teh garam

(Bahan tambahan yang disarankan)
Mustar
Irisan cabe merah kering

Cara Memasak

1.   Iris lobak daikon berbentuk bulat setebal 2 cm; kupas kulit lalu buat irisan menyilang sedalam sekitar 1 cm di salah satu sisinya agar lobak cepat empuk dan lebih menyerap rasa. Rebus dalam air sekitar 20 menit sampai empuk.
2.   Letakkan telur dalam panci berisi air dengan sedikit garam, rebus hingga mendidih dan biarkan selama 8 menit. Kupas telur setelah dingin.
3.   Letakkan satsuma-age di atas saringan dan siram air mendidih untuk membuang minyak di permukaannya.
4.   Kupas wortel dan kentang, lalu iris berbentuk bulat dengan tebal 2 cm.
5.   Buat kuah dengan cara memanaskan kaldu dashi dan bumbu di dalam panci besar. Didihkan lalu masukkan semua bahan kecuali telur rebus. Masak dengan api kecil selama 20 menit lalu tambahkan telur rebus dan angkat dari kompor. Diamkan hingga dingin agar rasanya meresap.
6.   Untuk penyajian, panaskan kembali di atas kompor dan sajikan dalam mangkuk beserta bumbu tambahannya.

Chikuzen-ni

Bahan-bahan (Untuk 4 Porsi)

1 paha ayam tanpa tulang (300 gram)
1 buah wortel (150 gram)
4 jamur shiitake kering
8 batang buncis
2 sendok makan gula
2½ sendok makan kecap asin
1 gelas (200 ml) air
1 sendok teh minyak sayur

Cara Memasak

1.   Rendam jamur kering minimal 1 jam. Potong wortel secara memanjang menjadi dua bagian, kemudian potong kecil-kecil dengan lebar 2 cm, lalu setiap potongannya dibagi dua lagi. Cuci jamur yang telah mengembang, buang bagian batangnya lalu potong menjadi empat bagian seukuran dengan wortel. Buang serat di bagian sisi buncis, potong-potong dengan panjang sekitar 2 cm. Daging ayam dipotong-potong kotak ukuran sekitar 3 cm.
2.   Panaskan wajan, tuang minyak sayur lalu tumis daging ayam. Kalau daging ayam sudah tidak melekat pada dasar wajan, balikkan. Masukkan wortel dan buncis. Pastikan semua bahannya tercampur minyak. Terakhir masukkan jamur. Kalau semua bahannya sudah tercampur minyak, masukkan 1 gelas air. Tutup wajan dan biarkan selama 10 menit di atas api sedang.
3.   Kalau bahan-bahannya mulai empuk, miringkan wajan dan masukkan gula dan kecap asin ke dalam kuahnya. Aduk lalu tutup kembali wajan dan biarkan selama 5 menit lagi.
4.   Angkat tutupnya, biarkan kuahnya menyerap dan aduk daging ayam beserta sayuran dengan hati-hati menggunakan sendok kayu. Biarkan kuah surut hingga mengental dan mengkilat, menjadikan daging ayam dan sayurannya terlihat berkilau. Angkat dari api dan sajikan di atas piring besar.

Tori no mizutaki



Bahan-bahan (Untuk 4 Porsi)

500 gram ayam (sebaiknya masih dengan tulang)
400 gram sawi
8 gelas air
1 sendok teh garam
1 potongan kecil jahe (berat sekitar 20 gram) 

Cara Memasak

1.   Potong-potong ayam ukuran 4 cm; rebus sebentar dalam air mendidih lalu tiriskan.
2.   Masukkan ayam dan 8 gelas air ke dalam periuk dan didihkan di atas api sedang. Setelah mendidih, kecilkan api dan biarkan masak perlahan. Buang lemak yang naik ke permukaan. Masak selama 20 menit.
3.   Buang bagian bawah sawi yang keras lalu daunnya diiris memanjang sekitar 6-7 cm dengan lebar 2 cm. Kupas lalu iris jahe menjadi batangan tipis.
4.   Kalau ayam sudah dimasak selama 20 menit, bumbui dengan satu sendok teh garam. Masukkan sawi dan biarkan masak selama lima menit lagi.
5.   Sajikan ayam, sawi bersama air kaldunya dalam mangkuk-mangkuk kecil. Ayam dan sawi dapat dimakan bersama irisan jahe dengan cara dicelupkan terlebih dulu ke dalam saus ponzu atau saus wijen. (Cara membuat kedua saus tersebut dapat dilihat di bawah ini.)

Ponzu & Goma Dare (Saus Wijen)



Bahan (Untuk 4 Porsi)

Ponzu
1 sendok makan air perasan jeruk
1 sendok makan cuka beras
2 sendok makan kecap asin
2 sendok makan air

Goma Dare (Saus Wijen)
2 sendok makan pasta wijen putih (bisa diganti dengan selai kacang)
2 sendok teh gula
2 sendok teh cuka beras
2 sendok makan kecap asin
2 sendok makan air

Cara Memasak

1.   Cara membuat ponzu: Campurkan air perasan jeruk dan cuka beras di dalam mangkuk kecil. Tambahkan kecap asin dan terakhir masukkan air.
2.   Cara membuat goma dare: Campurkan pasta wijen dengan gula, lalu masukkan cuka beras dan kecap asin (sesuai urutan). Terakhir tambahkan air.
Berbagai Jenis dan Manfaat Jeruk di Jepang
Ada lebih dari 100 jenis jeruk dibudidayakan di Jepang, termasuk lemon, mikan (mandarin Jepang), yuzu (limau Jepang) dan jeruk sudachi. Ada berbagai macam ukuran dan warna jeruk. Masing-masing jenisnya memiliki keharuman dan rasa yang khas dan dimanfaatkan dengan cara yang berbeda-beda.
Daging buah dari banyak jenis jeruk bisa langsung dimakan atau diambil sarinya. Air perasannya sering digunakan sebagai bumbu masakan. Kulit buahnya juga sering ditambahan untuk memberi bau harum yang mengundang selera. Parutan kulit yuzu sering ditambahkan pada sup bening.
Sementara untuk memberikan kehangatan ketika mandi, potongan kulit jeruk mikan yang kering bisa dimasukkan ke dalam air. Kulit jeruk mengandung senyawa yang membantu memperlancar sirkulasi darah.

Kakiage



Bahan-bahan (Untuk 4 Porsi)

Kakiage wortel
  120 gram wortel

Kakiage udang dan bawang bombay
6 ekor udang (100 gram dengan kulit tapi bagian kepala dibuang)
80 gram bawang bombay

Adonan
  ½ (2 sendok makan atau 30 gram) telur kocok
1 gelas (200 ml) air es
  1½ gelas (150 gram) tepung terigu 

Minyak sayur untuk menggoreng

Saus Celup Tendashi
150 ml air
2 sendok makan (30 ml) kecap asin
2 sendok teh (6 gram) gula
½ gelas (4 gram) katsuo-bushi (parutan ikan cakalang)

Pelengkap (opsional)
sedikit parutan lobak atau sedikit parutan jahe, menurut selera

Cara Memasak

1.   Potong-potong wortel berbentuk batang korek berukuran panjang 6 cm dan tebal ½ cm.
2.   Cincang bawang bombay menjadi potongan sebesar 1 cm. Kuliti dan bersihkan udang, potong-potong sebesar 1 cm.
3.   Tempatkan air es dan telur kocok ke dalam mangkuk. Tambahkan tepung terigu lalu aduk adonan. Bagi adonan menjadi dua bagian yang sama. Ke dalam adonan pertama masukkan potongan wortel, sementara ke dalam adonan kedua masukkan potongan udang dan bawang bombay.
4.   Panaskan minyak sayur hingga suhu 160º Celsius. Masukkan satu sendok adonan ke dalam penggorengan. Goreng selama kira-kira 4 menit hingga renyah.
5.   Untuk membuat sausnya, masukkan seluruh bahan saus ke dalam panci, didihkan dan saring. Parutan lobak atau jahe dapat disajikan bersama saus.


ELempungmu Web Developer

Morbi aliquam fringilla nisl. Pellentesque eleifend condimentum tellus, vel vulputate tortor malesuada sit amet. Aliquam vel vestibulum metus. Aenean ut mi aucto.

No comments:

Post a Comment