Sunday, March 13, 2016

Tempat Hanami Terbaik di Jepang


hai, Sahabat Linda... bagi sahabat yang ingin liburan ke Jepang, alangkah baiknya kalian datang di awal April. di bulan tersebut kalian akan disambut bunga sakura, selain itu udara yang sejuk bisa menemani kalian melakukan hanami . Dan seperti yang sudah saya share di postingan sebelumnya 'hanami', kali ini saya nengok tetangga sebelah utk kasih postingan tentang tempat hanami terbaik di Jepang.
Berikut ini merupakan tempat-tempat terbaik untuk menikmati Hanabi di Jepang ^_^
1. Shinjuku Gyoen
Shinjuku Gyoen (144 hektar) adalah sebuah taman yang besar dekat Shinjuku. Taman ini memiliki 1.500 pohon sakura. Taman ini cukup besar untuk dapat menemukan tempat/ spot yang sepi. Taman ini juga sangat ideal untuk mengadakan Hanami dengan skala besar. Taman ini juga memliki banyak jenis bunga Sakura yang indah.
Shinjuku Gyoen
2. Sungai Meguro
Terdapat kurang lebih 800 pohon sakura berjajar di pinggir sungai Meguro. Pohon-pohon ini terlihat begitu indah pada malam hari karena dihiasi oleh penerangan yang romantis. Tetapi didaerah ini tidak banyak terdapat tempat untuk mengadakan pesta. Tempat ini cocok untuk jalan-jalan. Terdapat juga beberapa toko, cafe dan juga restoran di daerah ini.
Sungai Meguro
3. Chidorigafuchi
Tempat ini terletak di parit sungai Istana Edo sekitar taman Kitanomaru. Kalian boleh menyewa perahu kecil untuk menikmati indahnya pohon sakura. Pada malam hari tempat ini juga diterangi oleh lampu-lampu yang indah.
chidorigafuchi
4. Taman Menara Bukit Roppongi
Terdapat 75 pohon sakura muda di lereng belakang taman Roppongi. Sangat romantis pada malam hari. Populer dikalangan pasangan kekasih.
Taman Roppongi
 5. Taman Botanis Koishikawa
Tempat yang cukup sepi untuk menikmati beberapa jenis pohon sakura. Tempat ini tidak buka pada malam hari.
taman botanis Koishikawa
 6. Taman Timur Istana Kerajaan
Taman ini terletak di timur istana kerajaan di Tokyo. Tempat ini terbuka untuk umum.
taman tirmur istana kerajaan
 7. Taman Ueno
Taman Ueno (133 hektar) adalah tempat yang pas jika kalian mau melihat pesta Hanami dalam skala besar. Biasanya tempat ini sangat ramai sekali. Taman ini memiliki sekitar 1000 pohon sakura ditambah dengan kolam Shinobazu yang sangat indah. Pohon Sakura di taman ini termasuk yang lebih dahulu mekar di Tokyo.
taman Ueno
 8. Taman Yoyogi
Taman Yoyogi (134 hektar) adalah sebuah taman yang besar yang memiliki sekitar 600 pohon Sakura. Tempat ini merupakan tempat favorit bagi anak-anak muda sekitar daerah Harajuku dan Shibuya
taman Yoyogi
9. Taman Koganei
Taman kedua terbesar di Tokyo (196 hektar) dengan 2000 pohon sakura di area taman.
Taman Koganei
 10. Ark Hills Sakura
Sebuah jalan dengan panjang 700 meter yang dihiasi oleh pohon Sakura. Jalan ini terletak di belakang komplek perkantoran Ark Hills. Tempat yang bagus untuk jalan-jalan ketika musim Hanami.
Ark Hills Sakura
 11. Pemakaman Aoyama
Di tempat ini memiliki beberapa ratus pohon Sakura yang menghiasi di pinggir jalan. Para pekerja kantor menikmati waktu makan siang disini dan juga mengadakan pesta pada malam hari. Cukup aneh juga merayakan sebuah pesta di daerah pemakaman. Mungkin untuk menghibur mereka yang sudah ditinggalkan.
pemakaman Aoyama
12. Jalan Kitazawagawa di Setagaya
Jalan sejauh 4,2 km ini dihiasi oleh bunga sakura yang indah di pinggir jalan. Setagaya adalah komplek perumahan elit di kota Tokyo. Kalian akan menemukan pesta Hanami kecil-kecilan di daerah ini.
jalan Kitazawagawa di Setagaya
13. Kuil Yasukuni
Kuil ini memiliki sekitar 600 pohon Sakura. Kuil ini megadakan festival Sakura yang dihadiri oleh 200 pegulat Sumo. 
kuil Yasukuni
14. Taman Shiba
Sebuah taman kecil di dekat menara Tokyo yang memiliki sekitar 70 pohon Sakura. Sebuah taman kecil yang ramai dikunjungi orang pada saat Hanami.
taman Shiba
14. Taman Inokashira
Sebuah taman besar (95 hektar) dengan 1000 pohon sakura. Taman ini banyak dikunjungi oleh  mahasiswaa-mahasiswa. Juga popular bagi pasangan kekasih untuk menikmati pemandangan dari kolam dengan menggunakan perahu angsa.
taman Inokashira 
15. Taman Omiya Koen di Saitama
Taman ini terletak di Saitama (30 menit dari Tokyo) memiliki 1.200 pohon sakura
taman Omiya Koen
15. Taman Sumida
Sebuah taman kecil dekat sungai Sumida. Sekitar 1.000 pohon sakura menghiasi pinggiran sungai. Taman ini terletak dekat Tokyo Sky Tree
taman Sumida
Perkiraan Musim Hanami 2013
Yoshinoyama
Berikut ini adalah prediksi musim Hanami di Jepang pada tahun 2013
LocationOpeningEstimated Best Viewing  
TokyoOpened March 16March 22 to 31
KyotoOpened March 22March 30 to April 6
KagoshimaOpened March 15March 23 to 31
KumamotoOpened March 16March 20 to 29
FukuokaOpened March 13March 20 to 30
HiroshimaOpened March 22March 29 to April 6
TakamatsuOpened March 22March 30 to April 6
OsakaOpened March 21March 29 to April 6
NaraOpened March 22March 29 to April 6
YoshinoOpened March 29April 4 to 10
NagoyaOpened March 19March 28 to April 5
YokohamaOpened March 18March 22 to 31
KanazawaOpened March 30April 5 to 13
TakayamaOpened April 7April 16 to 22
MatsumotoOpened April 3April 7 to 14
FukushimaOpened April 5April 13 to 21
SendaiOpened April 9April 14 to 22
KakunodateApril 28April 30 to May 9
HirosakiApril 26May 1 to 9
HakodateMay 3May 7 to 14
SapporoMay 6May 10 to 17
Momen-momen Indah
Berikut ini adalah beberapa gambar yang berhasil diambil ketika Hanami berlangsung
Pemandangan Gunung Fuji dengan buka Sakura
Membawa sepeda di bawah pohon Sakura
Hanami Girls
Hanami Love
Kyoto
Sakura Girl
So, sahabat sampai jumpa di coretan Linda selanjutnya. :) 

Sunday, March 6, 2016

Sekolah Bahasa Jepang di Kyoto


PENGALAMAN BETTY LIM
Pengalaman Betty Lim tinggal di Kyoto dan Sekolah Bahasa Jepang di Kyoto Minsai Japanese Language School. Betty bertemu pertama kali dengan JIN bulan Juli 2013, mendaftar sekolah melalui JIN, dan berangkat ke Jepang bulan Januari 2014.  Betty akan belajar di Kyoto Minsai selama 1 tahun 3 bulan. Di bawah ini kesan-kesan Betty selama 3 bulan pertama di Kyoto.
*********************************
Pengalaman Bersekolah di Jepang.


















Halo, namaku Betty. Aku sekarang tinggal di Kyoto, Jepang dan sedang bersekolah di Kyoto Minsai Nihongo Gakkou demi persiapan menempuh jenjang pendidikan berikutnya. Meskipun baru sekitar tiga bulan hidup di Jepang, sudah banyak sekali pengalaman berharga yang kualami. Hidup di Jepang menurutku gampang-gampang susah. Gampangnya adalah banyak fasilitas umum yang tersedia seperti vending machine, kereta dan bus yang selalu on time, dan lain-lain. Susahnya adalah banyaknya peraturan kehidupan sehari hari seperti aturan pembuangan sampah, aturan lalu lintas, dan tentunya aturan-aturan tersebut tertulis dalam bahasa Jepang hahaha….Bagiku yang bahasa Jepangnya masi jelek tentu saja kesulitan memahami aturan-aturan tersebut. Tetapi untungnya sensei-sensei di gakkou selalu ada dan bersedia menjelaskan hal-hal tersebut dengan sabar dan jelas.
Kesusahan kedua adalah uang. Sebagai orang Indonesia tentu kita mengetahui bahwa barang impor dari Jepang terkenal akan kualitasnya yang oke dan harganya yang cenderung mahal. Yah meskipun setelah berada di Jepang tentu saja kita dapat membeli barang-barang tersebut dengan harga lokal, tetap saja mahal. Hal yang paling terasa mahalnya adalah makanan. Sekali makan di restoran keluarga atau warung mie (yang terlihat biasa saja, tidak ada kesan restoran atau warung mewah), paling sedikit harus mengeluarkan sekitar ¥500 atau kurang lebih Rp 55.000,00. Bandingkan dengan warung nasi di Indonesia yang hanya dengan Rp 10.000,00 saja kita dapat membeli segunung nasi dan lauk. Bagi teman teman tidak bisa memasak sendiri, jangan khawatir, kita dapat bekerja paruh waktu (arubaito) untuk menutupi uang makan. Jujur saja gaji bulanan (1 minggu 5hari kerja x 4 jam) yang kuterima dari arubaito di sini cukup untuk menutupi uang kos dan biaya makan sebulan (dengan catatan tidak tinggal di kos-an super elit dan makan-makanan mewah setiap hari ya…).
Selain berguna untuk mengatasi kesulitan uang, arubaito juga bermanfaat untuk menempa bahasa Jepang kita, mendapatkan teman baru, dan tentunya bagi teman-teman yang ingin bekerja di Jepang nantinya, dapat mencicipi sedikit bagaimana rasanya bekerja dengan orang Jepang. Kedisiplinan waktu adalah hal utama di sini. Dan apabila jam kerja adalah 4 jam maka selama 4 jam itu harus bekerja, istirahat semenit-dua menit mungkin tidak apa-apa, tapi bila kelamaan, mungkin wajah bos akan menjadi sedikit seram hehehe….
Bagi teman-teman yang takut arubaito karena merasa bahasa Jepangnya belum bagus, jangan khawatir. Ada beberapa arubaito yang tidak memerlukan kemampuan bahasa Jepang terlalu tinggi seperti arubaito di pabrik bento, pabrik televisi, dan lainnya. Yang terpenting adalah dapat memahami apa yang ditugaskan untuk kita.
Di bawah ini foto-foto makanan enak di Kyoto ;-).

Kuliah di Jepang Biaya Sendiri

KULIAH DI JEPANG BIAYA SENDIRI
Kira-kira berapa biaya yang diperlukan jika kuliah di Jepang biaya sendiri? Artikel ini membahas komponen-komponen biaya/pengeluaran yang akan diperlukan jika kuliah di Jepang biaya sendiri dan juga kemungkinan pendapatan yang dapat diperoleh selama tinggal di Jepang.
PENGELUARAN
Biaya Kuliah
Biaya kuliah program sarjana di Jepang relatif lebih murah dibandingkan dengan di Amerika, Australia, Inggris, ataupun Singapore. Biaya kuliah per-semester di Amerika lebih dari Rp.200jt, di Australia lebih dari Rp.150jt, dan di Inggris dan Singapore di atas Rp.100 jt rupiah. Biaya kuliah program sarjana di Jepang per-semester di kampus negeri sekitar Rp.35jt, dan di kampus swasta sekitar Rp.70jt rupiah.
Biaya Sewa Apartemen
Biaya sewa apartemen di Jepang yang biasanya digunakan mahasiswa antara Rp.2,5jt sampai sekitar Rp.6jt per-bulan.
Biaya Makan/Minum 
Biaya makan minum sangat tergantung pada orangnya. Jika memasak sendiri, biaya akan murah. Semakin sering makan di kantin atau restoran biaya yang dikeluarkan semakin besar. Biaya makan/minum per bulan sekitar Rp.2 jt – Rp 5jt.
Biaya Lain-lain
Yang dimaksud biaya lain-lain di sini adalah biaya transportasi, hiburan, membeli kebutuhan sehari-hari, membeli kebutuhan alat-tulis dll. Biaya lain-lain per-bulan diperkirakan sekitar Rp.2jt – Rp. 4jt.
Pengeluaran Total
Jika menggunakan angka-angka di atas, maka sbb:
Biaya kuliah per tahun antara Rp. 70jt – 140jt.
Biaya sewa apartemen per tahun antara Rp. 30jt – 72jt.
Biaya Makan/minum per tahun antara Rp. 24jt – 60jt.
Biaya lain-lain antara Rp.24jt – 48jt.
Jadi untuk kuliah di Jepang biaya sendiri, biaya total per-tahun yang dibutuhkan antara Rp.148jt – 320jt. Jika dibulatkan biaya minimal sekitar 150jt per tahun. Mungkin lebih aman jika mencadangkan biaya minimal yang dibutuhkan per tahun antara Rp.150jt sampai Rp. 200jt. Biaya maksimal mungkin tidak dapat ditentukan, karena sangat tergantung gaya hidup dan sekolah/kampus yang dimasuki. Bagi keluarga yang mampu, menyediakan dana Rp.150jt atau Rp.200jt per tahun mungkin terasa tidak berbeda. Biaya ini mungkin juga tidak jauh berbeda dengan biaya yang dibutuhkan oleh mahasiswa dari luar Jakarta untuk kuliah di kampus swasta di Jakarta. Tambah sedikit, bisa kuliah di Jepang biaya sendiri.
PENDAPATAN
Kerja Part-time
Jika kuliah di Jepang, mahasiswa bisa kerja part-time (arubaito). Bagi mahasiswa asing, jumlah jam kerja part-time maksimal per-minggu yang diijinkan 28 jam. Honor kerja part-time sekitar 900 yen per jam (dalam rupiah sekitar Rp.100 ribu). Jika per-minggu kerja part-time hanya 14 jam, honor per-minggu Rp.1,4jt, per-bulan Rp.5,6jt, per-tahun menjadi Rp.67,2jt. Seandainya per-minggu kerja part-time 28 jam, honor per-minggu Rp.2,8jt, per-bulan Rp.11,2jt, dan per-tahun menjadi Rp. 134,2jt.
Beasiswa Dalam Negeri Jepang
Beasiswa yang dapat didaftar dari dalam negeri Jepang jauh lebih banyak dibandingkan beasiswa yang dapat didaftar dari Indonesia. Beasiswa yang dapat didaftar dari dalam negeri Jepang, besarnya sekitar Rp.3jt sampai Rp.7jt per-bulan. Jika dihitung per-tahun antara Rp.36jt sampai Rp. 84jt.
Pendapatan Total
Jika selama di Jepang kerja part-time dan juga mendapatkan beasiswa, maka pendapatan total minimal sekitar Rp.67,2 jt (dari kerja part-time) ditambah Rp. 36jt (dari beasiswa terkecil) sama dengan Rp. 113,2jt. Pendapatan maksimal yang dapat diperoleh selama satu tahun, Rp.134,2jt (dari kerja part-time 28 jam per-minggu) ditambah Rp. 84jt (dari beasiswa terbanyak) sama dengan Rp.218, 2jt.
TIPS
Jika dukungan/kiriman dari orang-tua cukup tidak perlu kerja part-time dan mencari beasiswa. Terutama jika dukungan dari orang-tua cukup, pengeluaran minimal yang dibutuhkan sebesar Rp.150-200jt per-tahun dapat ditanggung oleh orang tua. Selain itu, untuk kuliah di jurusan tertentu di kampus tertentu, kegiatan akademik sangat sibuk, waktu yang tersedia mungkin semaksimal mungkin digunakan untuk pencapaian prestasi akademik di kampus.
Jika kiriman orang tua kurang, atau ingin menantang batas kemampuan diri sendiri, bisa kuliah sambil kerja part-time dan mencari beasiswa di Jepang. Dengan kerja part-time dan beasiswa dalam negeri Jepang (didaftar setelah sekolah di Jepang), biaya yang dibutuhkan untuk membayar kuliah dan biaya hidup akan tertutupi. Kuliah sambil kerja part-time tidak mudah, mahasiswa perlu menata penggunaan waktu dengan baik.

Sumber :
http://jin.co.id/kuliah-di-jepang-biaya-sendiri/
 

Kuliah ke Jepang

KULIAH DI JEPANG
Sejak kecil ingin pergi ke Jepang dan punya impian kuliah ke Jepang? Wujudkan impian tersebut menjadi kenyataan. Mewujudkan impian menjadi kenyataan memang tidak mudah, bagi sebagian orang. ‘Impian menjadi kenyataan’ bukan jatuh dari langit. Impian tidak akan menjadi kenyataan, apabila hanya bengong dan melamunkan impian tanpa usaha nyata. Mewujudkan impian tidak seperti membuat mie-instan, 10 menit jadi. Mungkin diperlukan persiapan bertahun-tahun untuk mewujudkannya. Impian dimiliki, jalan dapat dicari. Artikel ini membahas hal-hal yang perlu dipertimbangkan dan disiapkan dalam rangka mencari jalan mewujudkan impian kuliah ke Jepang. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dan disiapkan tersebut sebagai berikut:
1. Mencari Informasi
Bukan hanya untuk mewujudkan impian kuliah ke Jepang, untuk memulai jualan, untuk menjalankan bisnis, bahkan untuk mencari pacarpun, langkah awal untuk membuka jalan adalah mencari informasi. Bagaimana mungkin dapat jualan jika tidak tahu informasi tempat membeli barang dengan murah, tempat dapat menjual dengan mahal, dan tempat jualan yang strategis. Bagaimana mungkin juga dapat menggaet gadis idaman, jika tidak tahu namanya, alamatnya, account facebooknya, nomor teleponnya, dan kegemarannya. Begitu juga untuk mewujudkan impian kuliah ke Jepang, perlu tahu dulu informasi tentang misalnya rangking universitas, jurusan yang tersedia, prosedur pendaftaran, dokumen yang harus disiapkan, biaya kuliah, kerja part-time, kemungkinan masa depan jika kuliah di jurusan tertentu, peluang dan kesempatan yang akan didapatkan di kota tempat universitas berada, tempat belajar Bahasa Jepang, konsultan pendidikan ke Jepang, dll.
2. Menentukan Tujuan
Mungkin ini bagian terpenting, menentukan tujuan kuliah ke Jepang. Yang dimaksud tujuan adalah hasil akhir yang ingin dicapai. Apakah tujuan kuliah ke Jepang? Jika hanya ingin menikmati keindahan alam, berkenalan dengan budaya dan orang Jepang, merasakan makanan dan minuman dari Jepang, mungkin tidak perlu kuliah di Jepang, tetapi cukup berwisata ke Jepang atau mengikuti program study-tour seperti summer school atau winter school.
Memilih untuk kuliah di Jepang mungkin tepat, jika misalnya ingin menguasai keilmuan tertentu yang nanti dimanfaatkan dalam bekerja atau berbisnis. Jepang maju dalam teknologi dan budaya. Kuliah di Jepang dapat dipilih dengan tujuan penguasaan keilmuan yang terkait dengan teknologi atau budaya. Kuliah selain untuk belajar substansi keilmuan hard-skill, juga untuk mengasah kemampuan soft-skill seperti kemampuan kerja-sama, komunikasi dengan orang-lain, mengerti perasaan dan pemikirian orang-lain, kepemimpinan, kedisiplinan, semangat bekerja keras, dll. Selain untuk pengembangan diri dalam hard-skill ataupun soft-skill, kuliah juga dapat menjadi media membentuk jejaring, dengan teman-teman kuliah atau teman-teman yang dikenal selama kuliah.
Manakah tujuan yang ingin dicapai jika kuliah ke Jepang? Kemampuan hard-skill, soft-skill, atau jejaring? atau ada yang lain? misalnya ingin bekerja di perusahaan multinasional asal Jepang,  ingin tinggal di Jepang, sambil kuliah menikmati alam, kota dan budaya Jepang? atau ingin punya pasangan orang Jepang (ehm)?.
3. Belajar Bahasa
Ya memang sekarang di Jepang ada program internasional (seperti G30) yang menggunakan bahasa pengantar Bahasa Inggris. Tetapi, tinggal di negara manapun, penguasaan bahasa lokal akan sangat mempermudah interaksi dan komunikasi dengan orang lokal. Pada program internasional, meskipun kuliah disampaikan dalam bahasa Inggris, sebagian peserta kuliah mahasiswa Jepang, yang mungkin masih lebih mudah diajak komunikasi dalam Bahasa Jepang. Kemampuan berbahasa Jepang sangat mempermudah komunikasi di kampus, di luar kampus ataupun kehidupan pribadi. Untuk komunikasi di luar kampus, mahasiswa yang memiliki kemampuan berbahasa Jepang dengan baik, akan mendapatkan kesempatan kerja part-time yang lebih baik dan honor yang juga lebih besar.
Untuk persiapan kuliah di Jepang, belajar Bahasa Jepang di mana dan berapa lama? Bahasa Jepang dapat dipelajari di Indonesia sebelum berangkat ke Jepang ataupun di Jepang di Sekolah Bahasa Jepang, atau dua-duanya. Jika sekarang masih SMP atau SMA, mungkin dapat mulai ikut kursus Bahasa Jepang sejak sekarang. Jika setelah lulus SMA kemampuan Bahasa Jepang masih kurang, belajar Bahasa Jepang tambahan di Jepang tidak perlu terlalu lama. Jika selama SMP dan SMA tidak ada kesempatan belajar Bahasa Jepang, bisa juga belajar Bahasa Jepang di Sekolah Bahasa Jepang di Jepang sebelum kuliah. Biasanya pelajar dari Indonesia perlu belajar Bahasa Jepang di Jepang antara 1 sampai 2 tahun. Setelah itu, baru kuliah. Tambahan waktu 1 sampai 2 tahun untuk belajar Bahasa, memang akan memundurkan waktu mulai kuliah, tetapi secara jangka panjang akan lebih menguntungkan dibandingkan langsung masuk kuliah tanpa menguasai bahasa lokal.
4. Biaya Kuliah
Berapa biaya kuliah di Jepang? Untuk sekolah Bahasa Jepang (persiapan sebelum kuliah) biaya sekolah per semester antara 30-40 juta rupiah. Biaya kuliah di sekolah tinggi kejuruan (teknik, fashion, desain, dll) sekitar 50-60 juta rupiah per semester. Biaya kuliah di universitas negeri sekitar 30 juta rupiah per semester. Biaya kuliah di universitas swasta sekitar 60 juta rupiah per semester. Biaya ini tidak berbeda jauh dengan biaya kuliah di universitas swasta besar di Indonesia.  Semakin lama semakin banyak pelajar dari Indonesia yang kuliah di Jepang dengan biaya sendiri. Di Jepang, pelajar dari Indonesia (jika berminat) dapat kerja part-time atau mendaftar beasiswa di universitas tempat kuliah. Beasiswa yang dapat didaftar dari universitas tempat kuliah di Jepang jauh lebih banyak dibandingkan dengan beasiswa yang dapat didaftar dari Indonesia (yang kemungkinan mendapatkannya satu banding ribuan). Jika berminat kuliah di Jepang dengan biaya sendiri, artikel Kuliah di Jepang Biaya Sendiri mungkin akan bermanfaat untuk dibaca.

Sumber :
http://jin.co.id/kuliah-ke-jepang/