Hai, sahabat.. by the way.. meskipun saya baru 3 bulan berada di
Jepang, namum saya juga tergelitik untuk sharing mengenai musim yang ada
di Jepang. Nah, berikut ini adalah diskripsinya.
Keadaaan Alam dan Musim di Jepang
Jepang memiliki 4(empat) musim yaitu : haru (musim semi), natsu (musim panas), aki
(musim gugur), dan fuyu (musim dingin).
Setiap musim mempunyai bagian penting dalam
kehidupan orang Jepang.
1. Musim Semi (Haru) Musim semi terjadi pada bulan Maret, April dan bulan Mei. Pada permulaan musim semiudara masih terasa dingin. Buah plum, chery dan azalea blossom mekar dengan indahnya di seluruh Jepang. Bunga sakura mulai mekar di Okinawa, dimana tempat ini sudah lebih hangat.Udara di beberapa daerah sudah mencapai 12 hingga 20 derajat C. Kurang lebih dua bulan bunga sakura berkembang sampai ke Hokkaido Perpindahan bunga sakura yang berangsur-angsur ini dikenal dengan nama sakura zensen. Musim hujan (tsuyu) biasanya berlangsung selama 40 hari.
Musim hujan adalah musim yang penting untuk orang-orang yang bekerja dibidang pertanian.
anak perempuan. Tanggal 3 Maret juga disebut Mimi no hi, artinya hari untuk memikirkan
kesehatan telinga. Disebut Mimi no hi karena angka tiga bentuknya seperti telinga atau mimi,
dan angka tiga pun dibaca mi.
Bulan Maret merupakan bulan berakhirnya sekolah dan tutup tahun anggaran. Pada tanggal
21 Maret disebut Shunbun no hi yaitu hari dimana siang dan malam sama panjangnya.
Pada bulan April udara sudah semakin hangat, walaupun di daerah Hokkaido dan Tohoku
masih ada sisa-sisa salju. Di daerah utara yaitu daerah Kanto, bunga sakura sudah mulai
berkembang.
Pada tanggal 1 April di seluruh Jepang adalah hari untuk mulai lagi beraktifitas. Para pelajar
memasuki tahun ajaran baru, dan para karyawan mulai bekerja pada tahun anggaran baru. Pada
tanggal 29 April disebut Midori no hi dan pada hari tersebut merupakan libur nasional.
Pada bulan April ada yang disebut o hanami. O-hanami adalah tradisi musim semi untuk
melihat bunga sakura. Bunga sakura mulai berkembang dari daerah yang hangat yaitu dari
Okinawa, kemudian Kyushu, Shikoku dan Honshu. Sedangkan di Hokkaido mulai berkembang
pada awal bulan Mei. Apabila bunga sakura berkembang orang-orang membawa o-bento, dan o-
sake tempat sakura berkembang. Di bawah pohon sakura banyak orang-orang yang makan,
minum, jalan-jalan, menari-nari dan bernyanyi bersuka ria. Kurang lebih satu minggu bunga
sakura berkembang.
Pada bulan Mei udara terasa segar, dan bulan ini disebut Satsukibare yang artinya hari yang
yaitu hari memperingati Undang-undang Dasar atau Kenpo Kinenbi.
O-Hanami
2. Musim Panas (Natsu)
Musim panas terjadi pada bulan Juni, Juli dan bulan Agustus. Namun untuk daerah
Hokkaido
masih hangat suhunya antara 18 hingga 22 derajat Celcius.Pada
pertengahan bulan Juli, matahari musim panas mulai turun, temperatur
naik sampai 30 derajat. Lamanya musim panas berubah-ubah dari satu
tempat ke tempat lain : Di Kyushu kira-kira dua bulan, Tokyo kira-kira
45 hari, Kyoto 68 hari . Temperatur musim panas yang sangat tinggi di
Jepang membuat ketidaknyamanan hidup dari hari ke hari. Akibatnya
orang-orang pergi ke tempat-tempat yang lebih dingin, seperti Hokkaido
dan dataran tinggi lainnya untuk menghindari panas. Musim panas
merupakan musim libur terpanjang sepanjang tahun. Musim hujan pada bulan
Juni disebut tsuyu, karena bulan Juni merupakan bulan yang sangat
tinggi curah hujannya.
Pada tanggal 24 Juni disebut Geshi yaitu dimana siang hari lebih
panjang dari pada malam hari. Pada bulan ini para karyawan dan pegawai
pemerintah mendapat bonus tengah tahun. Pemberian bonus kepada karyawan
dan pegawai pemerintah berlangsung 2 pekan.
Pada Musim panas mulai terasa panas., sehingga pakaian seragam para
karyawan diganti dengan pakaian musim panas. Begitu juga anak-anak
sekolah mulai melepaskan jas seragamnya dan hanya memakai kemeja putih
Pada bulan ini para karyawan dan pegawai pemerintah mendapat bonus
tengah tahun sebesar 5 kali gajih bulanan. Biasanya dalam satu tahun
diberikan
bonus 2 kali.
Pada tanggal 6 Agustus jatuhnya bom atom di kota Hiroshima, dan pada
tanggal 8 Agustus 1945 bom atom jatuh di kota Nagasaki. Bulan Agustus
disebut juga bulan Obon. Obon adalah bulan perayaan bagi umat Budha
setiap tanggal 13 ~ 15 Agustus. Musim Gugur( Aki)
3. Musim GugurPeriode antara bulan September sampai November adalah musim gugur atau Aki. Udara masih sedikit hangat, akan tetapi secara umum sudah terasa suasana musim gugur.
Setelah
masa liburan panjang berakhir, maka kini anak-anak sekolah mulai
memasuki semester genap. Pada saat-saat ini biasanya aktifitas yang
dilakukan paling popular yaitu pekan olah raga atau festival kampus.
Pekan olah raga atau Undokai tidak merupakan kegiatan olahraga
sesungguhnya, akan tetapi hanya merupakan kegiatan olah raga ringan yang
dilakukan di lingkungan sekolah masingh-masing. Tarik tambang, lomba
lari, dan lain-lain merupakan kegiatan yang paling sering ditampilkan.
Bukan lingkungan sekolah saja yang menyaksikan, akan tetapi para orang
tua muridpun diundang ikut memeriahkannya. Disepanjang lapangan dipasang
tenda yang diberi hiasan-hiasan sederhana, dan para undangan menggelar
alas duduk dengan masing-masing membawa makanan serta minuman.
Bulan
September merupakan bulan yang paling banyak angin topannya. Pada bulan
itubanyak pohon tumbang, dan banjir. Topan yang paling besar terjadi
pada tahun 1991, dengan kerugian sangat besar, merusak pertanian, hutan
serta perikanan. Dan yang paling banyak mengalami kerugian yaitu
perkebunan apel dan jeruk yang merupakan kerugian terbesar sepanjang
sejarah Jepang. Total kerugian tercatat sebesar 390 miliyar yen. Kini
jika topan sudah mendekati kepulauan Jepang, masyarakat mendengarkan
siaran radio atau ramalan cuaca melalui mass media.
Hingga
pertengahan September, pengaruh tekanan udara yang tinggi dari Pasifik
sisa musim panas terasa luar biasa. Namun setelah masa itu berlalu
barulah pada pagi hari berikutnya suhu terasa turun, dan suasana musim
gugur yang sebenarnya makin terasa. Serangga mulai keluar berbunyi
bersahut-sahutan.
Bulan
purnama pada bulan September merupakan bulan purnama yang paling indah
sepanjang tahun. Orang Jepang menamakannya sebagai bulan yang paling
indah pada pertengahan musim gugur atau Chushu no Meigetsu. Pada malam
bulan purnama tersebut orang Jepang merayakan pesta melihat bulan atau
O-Tsukimi. Namun kini sudah jarang dilakukan terutama di kota-kota besar
yang karena sudah padat oleh gedung-gedung tinggi, hingga bulan
purnamanya sudah tidak mudah dinikmati. Hari libur nasional pada bulan
September yakni tanggal 15 dan 23. Tanggal 15 September
adalah
hari untuk berterimakasih pada orang yang sudah tua atau Keiro Nohi.
Keiro Nohi dimasukkan ke dalam kalender sebagai hari libur nasional
sejak tahun 1966 mengingat makin banyaknya orang-orang yang berusia
lanjut. Setelah berakhirnya Perang Dunia II, jumlah usia rata-rata orang
Jepang hanya mencapai kurang dari 50 tahun. Namun menurut data tahun
1984 sudah 74,8 tahun untuk laki-laki, dan 80,5 tahun untuk wanita.
Sedangkan pada tahun 1990 usia laki-laki mencapai 75,86 tahun, dan
wanita 81,81 tahun. Sedangkan populasi pada tahun 1950-an sekitar 4,9%,
dan pada tahun 1991 sudah mencapai 12,5%. Sedangkan akhir abad ke 20
diperkirakan mencapai 15,6%, dan diperkirakan akan mencapai 20% pada
pertengahan abad berikutnya. Pada hari tersebut orang-orang pergi
berkunjung kepada orang tua, kakek, nenek atau pada orang-orang yang
dianggap sudah tua sebagai rasa hormat pada mereka. Tanggal 23 September
diperingati sebagai Shumbun Nohi. Pada hari ini biasanya dilakukan
acara mengunjungi makam orang tua atau O-Hakamairi. Memasuki bulan
Oktober daun pepohonan didaerah utara sudah mulai berwarna merah, dan
didaereh selatanpun mulai berubah warna secara berangsur-angsur. Dan
suasana sudahmenunjukan mulainya terasa dingin musim gugur. Bulan
Oktober adalah bulan yang penuh dengan perayaan-perayaan.
Dimulai pada tanggal 1 Oktober sebagai hari ganti pakaian. Koromogae, yakni mengganti
pakaian kerja atau seragam sekolah dari pakaian musim panas ke pakaian musim dingin. Bulan
Oktober juga merupakan musim pernikahan. Menurut kepercayaan Shinto, minggu terbaik
untuk melangsungkan pernikahan yakni pada minggu Taian menurut kalender Shinto. Bagi
oranr-orang Jepang upacara pernikahan biasanya dilakukan di hotel, gedung pertemuan, kuil atau
gereja. Prosentase yang melakukan upacara pernikahan ritual dengan cara Shinto menduduki
tempat tertinggi yaitu 65%. Upacara ritual dengan cara Budha 5-6% dan Kristen 25%.
Namun cara-cara pernikahan tidak dikaitkan dengan agama. Resepsi pernikahan sekarang
labih memperlihatkan gengsi, penuh dengan dekorasi, bunga serta musik dan kemewahan
lainnya. Baik pengantin wanita maupun pria berganti pakaian satu sampai dua kali yang disebut
O-Ironaoshi. Pakaian tidak memakai baju-baju tradisonal, tetapi lebih menekankan pada
kemoderenan. Biaya rata-rata untuk suatu perkawinan dari mulai tukar cincin sampai bulan madu
mencapai 7.562.000 yen.
Pada bulan Oktober cuaca paling menyenangkan, tidak dingin dan juga tida hujan. Udara
cerah musim gugur (Akibare) yang segar berlangsung pada bulan ini. Biasanya keluarga-
keluarga Jepang pergi ke kebun buah-buahan (Kajuen) untuk memetik buah apel (Ringgogari),
memetik buah pir (Momogari), memetik jeruk (Mikangari), dan sebagainya sambil makan-
makan. Anak-anak TK atau SD pergi ke kebun merabut ubi jalar (Imogari) atau mengambil buah
berangan (Kuri Hiroe).
Memasuki
bulan November mulai terasa dingin. Di daerah-daerah seluruh Jepang
mulai tampak daun-daun berwarna merah dan kuning. Pada saat ini terlihat
pemandangan sangat indah. Pepohonan berwarna-warni, pohon favorit yang
paling indah untuk dilihat yakni Momiji. Hari libur nasional jatuh pada 3
November dan 23 November. Tanggal November adalah Hari Penghargaan
Budaya atau Bunka Nohi, penghargaan diberikan kepada mereka yang berjasa
dalam bidang seni dan ilmu pengetahuan berupa bintang jasa kebudayaan
dalam suatu upacara di istana Kaisar. Pada hari ini diselenggarakan
pameran seni, pagelaran musik serta budaya dan festival seni di
kampus-kampus. Sedangkan pada tanggal 23 November merupakan Hari
Terimakasih Kepada Karyawan atau Rodokansha Nohi. Di berbagai daerah
anak-anak perempuan usia 7 tahun, anak laki-laki berusia 5 tahun serta
anak anak wanita 3 tahun (dibeberapa daerah juga anak laki-laki) dibawa
oleh orang tuanya mengunjungi kuil-kuil dengan berpakaian adat, untuk
mengucapkan terima kasih dan berdoa bagi kebahagiaan serta kesehatan di
dalam masa pertumbuhannya, anak usia 5 tahun dikenakan Hakama (rok
seperti celana) yang dipakai wanita dewasa, serta anak 7 tahun
mengenakan
Kimono
lengkap dengan Obi (ikat pinggang untuk Kimono). Perayaan ini disebut
Shichigosan. Pada bulan ini banyak dijual Chitose Ame (permen 1000
tahun) di toko-toko sebagai ungkapan sukur atas tumbuhnya anak-anak
serta harapan agar panjang umur. Warna permen putih dan merah bentuknya
panjang dan dibungkus dengan lukisan yang melambangkan kebahagiaan dan
panjang umur, anak-anak dibawa oleh orang tua ke restoran atau
makan-makan
di rumah.
Momiji sebelum berubah warna
Momiji setelah berubah warna
4. Musim Dingin atau Fuyu
Memasuki
awal Desember dalam suasana udara makin dingin, musim dingin mulai
tiba, angin utara bertiup. Di daerah-daerah seperti Hokaido, Tohoku, dan
Kanto, salju mulai turun. Di daerah Kanto orang-orang sudah mulai
memasang alat pemanas seperti Sutobo (kompo pemanas ruangan) serta
Kotatsu (meja pemanas kaki). Musim dingin jatuh pada bulan Desember
sampai dengan Februari sama seperti pada musim panas ada O-Chugen,
inipun disibukkan dengan O-Seibo yakni pemberian hadiah berupa barang
untuk orang-orang yang dirasakan sudah membantu toko-toko disamping
disibukkan dengan penjualan O-Seibo, juga sibuk dengan penjualan kartu
tahun baru (Nengajo) kartu pos tahun baru (Nengahagaki) serta kartu
natal. Kartu-kartu ini sangat penting artinya bagi orang-orang Jepang,
semua orang Jepang sibuk berkirim kartu. Kantor pos menjual kartu tahun
baru khusus yang diberi hadiah, kartu berhadiah tersebut harganya
dilebihkan 3 yen/lembar. Untuk mengantar berjuta-juta lembar kartu tahun
baru kantor pos memberi kesempatan kerja bagi orang-orang dewasa yang
sedang libur untuk turut mendistribusikannya.Karena bulan Desember udara
sudah dingin ada kebiasaan memakan labu besar, sambil masuk ke dalam
air panas. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah masuk angin dan supaya
dapat melewatkan musim dingin dalam keadaan sehat. Kebiasaan ini jatuh
pada tanggal 22 Desember, yang disebut Toji.
Memasuki
awal Desember dalam suasana udara makin dingin, musim dingin mulai
tiba, angin utara bertiup. Di daerah-daerah seperti Hokaido, Tohoku, dan
Kanto, salju mulai turun. Di daerah Kanto orang-orang sudah mulai
memasang alat pemanas seperti Sutobo (kompo pemanas ruangan) serta
Kotatsu (meja pemanas kaki). Musim dingin jatuh pada bulan Desember
sampai dengan Februari sama seperti pada musim panas ada O-Chugen,
inipun disibukkan dengan O-Seibo yakni pemberian hadiah berupa barang
untuk orang-orang yang dirasakan sudah membantu toko-toko disamping
disibukkan dengan penjualan O-Seibo, juga sibuk dengan penjualan kartu
tahun baru (Nengajo) kartu pos tahun baru (Nengahagaki) serta kartu
natal. Kartu-kartu ini sangat penting artinya bagi orang-orang Jepang,
semua orang Jepang sibuk berkirim kartu. Kantor pos menjual kartu tahun
baru khusus yang diberi hadiah, kartu berhadiah tersebut harganya
dilebihkan 3 yen/lembar. Untuk mengantar berjuta-juta lembar kartu tahun
baru kantor pos memberi kesempatan kerja bagi orang-orang dewasa yang
sedang libur untuk turut mendistribusikannya.Karena bulan Desember udara
sudah dingin ada kebiasaan memakan labu besar, sambil masuk ke dalam
air panas. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah masuk angin dan supaya
dapat melewatkan musim dingin dalam keadaan sehat. Kebiasaan ini jatuh
pada tanggal 22 Desember, yang disebut Toji.
Hari
libur nasional pada bulan Desember yaitu tanggal 23, yang dikenal
sebagai Hari Ulang Tahun Kaisar atau Tenno Tanjobi. Hari Natal yang
jatuh pada tanggal 25 Desember tidak merupakan hari libur. Orang Jepang
tidak mengkaitkannya dengan kegiatan keagamaan, natal hanya berupa
perayaan. Kota-kota dihias dengan hiasan natal, musik natal bergema
dimana-mana, saling bertukar hadiah serta makan kue natal dilakukan oleh
banyak orang, bahkan pada saat itu orang-orang Jepang melakukan
kegiatan lain yang disebut Bonnenkai atau pesta pisah tahun. Jika
diartikan secara harafiah BO, NEN, dan KAI yaitu melupakan,
tahun,pertemuan( pesta akhir tahun). Dalam pesta tersebut semua berusaha
sesantai mungkin melupakan semua kejadian-kejadian yang kurang berkenan
dimasa lalu. Mereka berkaraoke sambil makan dan minum.
Tanggal
28 Desember adalah hari terakhir kerja pada tahun tersebut untuk para
pegawai yang bekerja di kantor-kantor serta perusahaan-perusahaan dan
merupakan libur akhir tahun dan awal tahun. Pada hari-hari terakhir
bulan Desember tampak kesibukan orang-orang yang akan bepergian ke luar
negeri, bermain ski, dan yang pulang kampung semuanya bertumpuk di
stasiun dan bandara. Toko-toko penuh dengan penjualan perlengkapan tahun
baru, para penjual masakan, makanan tahun baru memenuhi tempat jualan.
Kegiatan dirumah biasanya membersihkan rumah atau Osoji lalu dihiasi
dengan hasan-hiasan tahun baru.
Memasuki
tanggal 31 Desember yaitu Omisoka atau malam tahun baru, pada malam
tersebut orang-orang makan sejenis mie untuk merayakan pergantian tahun
yaitu Toshikoshi Soba, sambil mendengar bunyi lonceng Tahun Baru atau
Joyanokane serta menonton TV dan mendengarkan Radio yang dipancarkan
dari kuil.
Hari
pertama tahun baru atau Ganjitsu bagi orang Jepang merupakan hari yang
sangat penting dalam mengungkapkan dimulainya hari pada tahun tersebut.
Untuk mengundang kehadiran Tuhan pada tahun itu serta menyambut
kedatangan leluhur, dikedua sisi pintu masuk dipasang Kadomatsu yang
terbuat dari 3 batang bamboo pendek dihiasi dengan daun cemara. Pada
pagi hari pertama atau Ganjimatsu disebut Gatan, satu keluarga berkumpul
sambil minum Otoso yaitu sake yang diberi sari daun tertentu, makanan
Ozoni dan Osechi Ryori. O-Zoni yakni makanan khusus tahun baru berupa
sup mochi (ketan) diberi ikan atau ayam serta sayur, jamur serta rebung.
Mochi didaerah Kansai bentuknya bundar dan didaerah Kanto bentuknya
persegi. Osechi Ryori yaitu masakan khusus dengan penataan khas tahun
baru. Dihidangkan dalam baki yang agak dalam.


No comments:
Post a Comment