KULIAH DI JEPANG BIAYA SENDIRI
Kira-kira berapa biaya yang diperlukan jika kuliah di Jepang biaya
sendiri? Artikel ini membahas komponen-komponen biaya/pengeluaran yang
akan diperlukan jika kuliah di Jepang biaya sendiri dan juga kemungkinan
pendapatan yang dapat diperoleh selama tinggal di Jepang.
PENGELUARAN
Biaya Kuliah
Biaya kuliah program sarjana di Jepang relatif lebih murah dibandingkan dengan di Amerika, Australia,
Inggris, ataupun Singapore. Biaya kuliah per-semester di Amerika lebih
dari Rp.200jt, di Australia lebih dari Rp.150jt, dan di Inggris dan
Singapore di atas Rp.100 jt rupiah. Biaya kuliah program sarjana di
Jepang per-semester di kampus negeri sekitar Rp.35jt, dan di kampus
swasta sekitar Rp.70jt rupiah.
Biaya Sewa Apartemen
Biaya sewa apartemen di Jepang yang biasanya digunakan mahasiswa antara Rp.2,5jt sampai sekitar Rp.6jt per-bulan.
Biaya Makan/Minum
Biaya makan minum sangat tergantung pada orangnya. Jika memasak
sendiri, biaya akan murah. Semakin sering makan di kantin atau restoran
biaya yang dikeluarkan semakin besar. Biaya makan/minum per bulan
sekitar Rp.2 jt – Rp 5jt.
Biaya Lain-lain
Yang dimaksud biaya lain-lain di sini adalah biaya transportasi,
hiburan, membeli kebutuhan sehari-hari, membeli kebutuhan alat-tulis
dll. Biaya lain-lain per-bulan diperkirakan sekitar Rp.2jt – Rp. 4jt.
Pengeluaran Total
Jika menggunakan angka-angka di atas, maka sbb:
Biaya kuliah per tahun antara Rp. 70jt – 140jt.
Biaya sewa apartemen per tahun antara Rp. 30jt – 72jt.
Biaya Makan/minum per tahun antara Rp. 24jt – 60jt.
Biaya lain-lain antara Rp.24jt – 48jt.
Biaya kuliah per tahun antara Rp. 70jt – 140jt.
Biaya sewa apartemen per tahun antara Rp. 30jt – 72jt.
Biaya Makan/minum per tahun antara Rp. 24jt – 60jt.
Biaya lain-lain antara Rp.24jt – 48jt.
Jadi untuk kuliah di Jepang biaya sendiri, biaya total per-tahun yang dibutuhkan antara Rp.148jt – 320jt.
Jika dibulatkan biaya minimal sekitar 150jt per tahun. Mungkin lebih
aman jika mencadangkan biaya minimal yang dibutuhkan per tahun antara
Rp.150jt sampai Rp. 200jt. Biaya maksimal mungkin tidak dapat
ditentukan, karena sangat tergantung gaya hidup dan sekolah/kampus yang
dimasuki. Bagi keluarga yang mampu, menyediakan dana Rp.150jt atau
Rp.200jt per tahun mungkin terasa tidak berbeda. Biaya ini mungkin juga
tidak jauh berbeda dengan biaya yang dibutuhkan oleh mahasiswa dari luar
Jakarta untuk kuliah di kampus swasta di Jakarta. Tambah sedikit,
bisa kuliah di Jepang biaya sendiri.
PENDAPATAN
Kerja Part-time
Jika kuliah di Jepang, mahasiswa bisa kerja part-time (arubaito). Bagi mahasiswa asing, jumlah jam kerja part-time maksimal per-minggu yang diijinkan 28 jam. Honor kerja part-time sekitar 900 yen per jam (dalam rupiah sekitar Rp.100 ribu). Jika per-minggu kerja part-time hanya 14 jam, honor per-minggu Rp.1,4jt, per-bulan Rp.5,6jt, per-tahun menjadi Rp.67,2jt. Seandainya per-minggu kerja part-time 28 jam, honor per-minggu Rp.2,8jt, per-bulan Rp.11,2jt, dan per-tahun menjadi Rp. 134,2jt.
Beasiswa Dalam Negeri Jepang
Beasiswa yang dapat didaftar dari dalam negeri Jepang jauh lebih
banyak dibandingkan beasiswa yang dapat didaftar dari Indonesia.
Beasiswa yang dapat didaftar dari dalam negeri Jepang, besarnya sekitar
Rp.3jt sampai Rp.7jt per-bulan. Jika dihitung per-tahun antara Rp.36jt sampai Rp. 84jt.
Pendapatan Total
Jika selama di Jepang kerja part-time dan juga mendapatkan beasiswa, maka pendapatan total minimal sekitar Rp.67,2 jt (dari kerja part-time) ditambah Rp. 36jt (dari beasiswa terkecil) sama dengan Rp. 113,2jt. Pendapatan maksimal yang dapat diperoleh selama satu tahun, Rp.134,2jt (dari kerja part-time 28 jam per-minggu) ditambah Rp. 84jt (dari beasiswa terbanyak) sama dengan Rp.218, 2jt.
TIPS
Jika dukungan/kiriman dari orang-tua cukup tidak perlu kerja part-time
dan mencari beasiswa. Terutama jika dukungan dari orang-tua cukup,
pengeluaran minimal yang dibutuhkan sebesar Rp.150-200jt per-tahun dapat
ditanggung oleh orang tua. Selain itu, untuk kuliah di jurusan tertentu
di kampus tertentu, kegiatan akademik sangat sibuk, waktu yang tersedia
mungkin semaksimal mungkin digunakan untuk pencapaian prestasi akademik
di kampus.
Jika kiriman orang tua kurang, atau ingin menantang batas kemampuan diri sendiri, bisa kuliah sambil kerja part-time dan mencari beasiswa di Jepang. Dengan kerja part-time
dan beasiswa dalam negeri Jepang (didaftar setelah sekolah di Jepang),
biaya yang dibutuhkan untuk membayar kuliah dan biaya hidup akan
tertutupi. Kuliah sambil kerja part-time tidak mudah, mahasiswa perlu
menata penggunaan waktu dengan baik.
Sumber :
http://jin.co.id/kuliah-di-jepang-biaya-sendiri/
No comments:
Post a Comment